Terkadang cinta tidak pernah untuk satu. Wahai hati yang kedua, selamanya kau akan menjadi yang paling perih. Kamu, yang matanya menatap artikel ini, yang hatinya tengah membaca dan merasa, pernahkah menjadi yang kedua? Kamu yang membaca ini pasti berpikir, bahwa aku, yang menulis ini sekarang ada di posisi itu. Ya, kamu benar. Layaknya lirik lagu Govinda berjudul Simpananku “kamu menjadi yang harus mengalah”. Mengalah yang tidak berujung, rasa remuk hati dan tetesan air mata yang entah kapan berakhir. Kamu tahu sebenarnya yang kedua itu pilu, semesta pun akan mengutuk kenapa kamu mau di posisi itu. Celaan pun akan mengalir kamu dengar. Logika dan hatimu akan selalu perang tanpa tahu bagaimana semestinya tapi sebelumnya, tolong bantu aku menjawab pertanyaan ini. Bisakah kau membohongi rasa hati? Saat hatiku terpaut padanya yang telah termiliki Istri , tak bisa aku elakkan bahwa cinta telah tertahta di dua hati yang tidak pasti. Saat aku jadi yang kedua, saat...