Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Orang Ke Tiga

Meski Cinta, Menjadi yang Kedua Akan Selalu Menyuguhkan Akhir Derita

Terkadang cinta tidak pernah untuk satu. Wahai hati yang kedua, selamanya kau akan menjadi yang paling perih. Kamu, yang matanya menatap artikel ini, yang hatinya tengah membaca dan merasa, pernahkah menjadi yang kedua? Kamu yang membaca ini pasti berpikir, bahwa aku, yang menulis ini sekarang ada di posisi itu. Ya, kamu benar. Layaknya lirik lagu Govinda berjudul Simpananku “kamu menjadi yang harus mengalah”. Mengalah yang tidak berujung, rasa remuk hati dan tetesan air mata yang entah kapan berakhir.  Kamu tahu sebenarnya yang kedua itu pilu, semesta pun akan mengutuk kenapa kamu mau di posisi itu. Celaan pun akan mengalir kamu dengar. Logika dan hatimu akan selalu perang tanpa tahu bagaimana semestinya tapi sebelumnya, tolong bantu aku menjawab pertanyaan ini. Bisakah kau membohongi rasa hati? Saat hatiku terpaut padanya yang telah termiliki Istri , tak bisa aku elakkan bahwa cinta telah tertahta di dua hati yang tidak pasti. Saat aku jadi yang kedua, saat...

Rumah Tanggaku Hancur Karena FB dan WA , Pelajaran Bagi yang Sudah Menikah

Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling bėrkirim pesan, dalam pėsan-pėsan yang singkat kami pun saling rinci kėadaan meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak usia 8 tahun, dia tetap manis menanggapinya. Dari situ kami teruskan kirim pesan dengan saling bėrikan Nomor WA dan Kirim foto dan bėrujung pada janjian adakan pėrtėmuan. Aku bėnar-bėnar khilaf dan tėrbuai suasana, dia mėmang lėbih gantėng dari suamiku dan tak sėgan-sėgan mėmbėrikan sėpatu, sėragam sėkolah, sėragam olah raga dan tas mahal untuk anakku, bayangkan untuk mėmbėli barang tėrsėbut dia rėla mėrogoh ATM nya. Aku bėgitu tėrharu, itulah awal pėrtėmuanku dan hari bėrikut komėnt-komėntnya mulai sėdikit gėnit dan nakal tetapi anėhnya aku makin tėrhibur dėngan inbok-inbok nakalnya hingga mulailah sėtan mėrayapiku, aku tak sėgan-sėgan mėmbėri foto tėlan jang dada pėrmintaannya. Malam-malam yang ku lalui pėnuh bunga-bunga bangkai yang bėrtėbaran, invitė WA, FB dan mėntion twittėr bėgitu bėrani, v*...

Perselingkuhan Itu Terjadi Bukan Karena Ada Kesempatan Tapi Karena Ada Kemauan Dari Orang Yang Tak Pandai Bersyukur

Dalam suatu hubungan itu pasti akan ada saatnya tumbuh rasa jemu, bosan atau perasaan yang berubah dan berbeda. Rasa itu wajar, semua orang pasti mengalaminya. Begitu juga keinginan mendua, godaan untuk mendua, entah untuk sekedar iseng atau pun seriuasan. Pastilah banyak orang yang berfikir ingin melakukan itu, namun yang enggak wajar adalah jika mereka menuruti kemauan tersebut. Selalu ingatlah, bahwa sekuat apapun godaan untuk mendua, selingkuh itu hanya akan menghasilkan luka dan dosa. Perselingkuhan Itu Terjadi Bukan Karena Ada Kesempatan Tapi Karena Ada Kemauan Dari Orang Yang Tak Pandai Bersyukur Terjadinya perselingkuhan itu bukan karena adanya kesempatan dan peluang, tapi karena adanya kemauan dari dirinya masing-masing. Bicara soal kesempatan, semua orang pasti punya peluang dan kesempatan selingkuh, namun hanya orang yang pandai bersyukur dan berterimakasihlah yang enggak bakalan mau selingkuh. Tidak Akan Pernah Bahagia Orang-Orang Yang Mengkhianati Pasangan...

Wanita Yang Paling Jahat Adalah Wanita yang Bersedia Menjadi Selingkuhan dan Ngancurin Kebahagiaan wanita lain

Cantik itu relatif, setiap orang pasti berbeda-beda dalam menilai kecantikan seorang wanita. Ada yang sederhana namun terlihat cantik, ada yang cantik namun terlihat biasa saja, ada juga yang bisa saja namun terlihat mengagumkan. Semua orang yang melihat tidak pernah sama, yang satu bilang cantik yang satunya lagi akan bilang tidak. Semua hanya segi pandangan dan selera masing-masing Namun ada satu wanita yang semua orang akan mengatakan sama yaitu wanita jelek ketika seorang wanita bersedia menjadi selingkuhan dan tega ngancurin kebahagiaan orang lain. Kecantikan Seorang Wanita Bukan Hanya Dilihat Dari Seberapa Cantik Fisiknya Namun Dilihat Dari Seberapa Cantik Hati Dan Prilakunya Walau cantik layaknya bidadari jika kecantikannya hanya dijadikan untuk merebut milik orang lain, maka kecantikan itu akan berubah menjadi keburukan bagi seorang wanita. Untuk apa cantik fisik namun hatinya busuk, karena kecantikan seorang wanita bukan dilihat dari seberapa cantik fisiknya, namu...

Orang Ketiga, Salahkah?

Posting blog saya kali ini terinspirasi dari beberapa cerita yang saya baca. Tentang orang ketiga dalam suatu hubungan. Hehe. Hmmm, berat? Sepertinya... Let's see! ;) Mungkin banyak yang menganggap adanya kehadiran orang ketiga adalah petaka dalam suatu hubungan dua orang yang saling mencintai dan sudah dalam tahap serius untuk menuju ke jenjang pernikahan. Pokoknya, apapun yang merusak hubungan itu semuanya adalah karena kesalahan orang ketiga. Terkadang, kita nggak mau berkaca kepada situasi. Karena pada dasarnya otak kita sudah menjudge berbagai hal negatif kepada orang ketiga. Apapun itu, tanpa melihat dari berbagai sisi dan nggak mau menerima alasan yang dilontarkan.  Memang, nggak bisa dipungkiri kalau ada orang-orang yang senang menjadi pihak ketiga tanpa tujuan yang jelas. Dengan alasan, cuma mau have fun, menikmati hidup, mencari tantangan, atau cuma mau main-main. Kalo alasan nya itu sih, kita sah-sah aja untuk menjudge kalo perilaku dan sikap mereka...

Jangan Salahkan Aku, Jadi Orang Ketiga Bukan Mauku

Jangan Salahkan Aku, Jadi Orang Ketiga Bukan Mauku Sudah cukup, diam! Tanpa kalian hina aku pun sudah tahu bahwa ini salah. Bahwa aku tidak berhak menjadi jurang antara dia dan kekasihnya. Tetapi kalian tahu apa? Kalian belum tahu rasanya berada dalam posisiku. Setiap hari aku bertanya dan logika ini tak pernah bisa menemukan jawabannya: mengapa aku bisa jadi orang ketiga. Jangan kau anggap keputusanku mudah, ini soal hati bukan logika Kalau ditanya dengan akal sehat tentu tak ada siapa pun yang ingin menjadi orang ketiga. Perebut kebahagiaan orang lain bukanlah predikat yang ingin kuemban. Tetapi jika kau menjalani cerita hidupku, tentu tak akan memutuskan semudah itu. Aku pun sudah mencoba untuk mengenyampingkan perasaan dan mengutamakan pikiran. Tetapi hati ini selalu kembali terpaku pada orang itu. Bukan pula aku yang sengaja mengusik mereka, dia lah yang membuka hati dan mulai mendekati Awalnya kami kenal biasa saja, dipertemukan oleh kekasihnya yang temank...