Terkadang cinta tidak pernah untuk satu. Wahai hati yang kedua, selamanya kau akan menjadi yang paling perih. Kamu, yang matanya menatap artikel ini, yang hatinya tengah membaca dan merasa, pernahkah menjadi yang kedua? Kamu yang membaca ini pasti berpikir, bahwa aku, yang menulis ini sekarang ada di posisi itu. Ya, kamu benar. Layaknya lirik lagu Govinda berjudul Simpananku “kamu menjadi yang harus mengalah”. Mengalah yang tidak berujung, rasa remuk hati dan tetesan air mata yang entah kapan berakhir. Kamu tahu sebenarnya yang kedua itu pilu, semesta pun akan mengutuk kenapa kamu mau di posisi itu. Celaan pun akan mengalir kamu dengar. Logika dan hatimu akan selalu perang tanpa tahu bagaimana semestinya tapi sebelumnya, tolong bantu aku menjawab pertanyaan ini. Bisakah kau membohongi rasa hati? Saat hatiku terpaut padanya yang telah termiliki Istri , tak bisa aku elakkan bahwa cinta telah tertahta di dua hati yang tidak pasti. Saat aku jadi yang kedua, saat...
Awalnya kami cuma saling like status lama kelamaan beralih saling bÄ—rkirim pesan, dalam pÄ—san-pÄ—san yang singkat kami pun saling rinci kÄ—adaan meski dia tahu aku istri dan ibu dari anak usia 8 tahun, dia tetap manis menanggapinya. Dari situ kami teruskan kirim pesan dengan saling bÄ—rikan Nomor WA dan Kirim foto dan bÄ—rujung pada janjian adakan pÄ—rtÄ—muan. Aku bÄ—nar-bÄ—nar khilaf dan tÄ—rbuai suasana, dia mÄ—mang lÄ—bih gantÄ—ng dari suamiku dan tak sÄ—gan-sÄ—gan mÄ—mbÄ—rikan sÄ—patu, sÄ—ragam sÄ—kolah, sÄ—ragam olah raga dan tas mahal untuk anakku, bayangkan untuk mÄ—mbÄ—li barang tÄ—rsÄ—but dia rÄ—la mÄ—rogoh ATM nya. Aku bÄ—gitu tÄ—rharu, itulah awal pÄ—rtÄ—muanku dan hari bÄ—rikut komÄ—nt-komÄ—ntnya mulai sÄ—dikit gÄ—nit dan nakal tetapi anÄ—hnya aku makin tÄ—rhibur dÄ—ngan inbok-inbok nakalnya hingga mulailah sÄ—tan mÄ—rayapiku, aku tak sÄ—gan-sÄ—gan mÄ—mbÄ—ri foto tÄ—lan jang dada pÄ—rmintaannya. Malam-malam yang ku lalui pÄ—nuh bunga-bunga bangkai yang bÄ—rtÄ—baran, invitÄ— WA, FB dan mÄ—ntion twittÄ—r bÄ—gitu bÄ—rani, v*...