Langsung ke konten utama

Postingan

Maaf...

Kata 'Maaf' adalah suatu kata yang mudah diucapkan tapi sulit untuk diungkapkan. Bicara tentang maaf adalah bicara tentang kebesaran hati dan keikhlasan untuk merelakan semua yang sudah terjadi. Tidak mudah melupakan apa yang telah orang lain lakukan kepada kita jika bentuknya adalah menyakitkan hati. Soalnya biasanya apapun hal negatif yang menimpa diri kita karena kesalahan orang lain pasti akan membekas dalam di ingatan kita. Memaafkan pada akhirnya akan menjadi sulit karena kita belum dapat mengikhlaskan perbuatan orang yang telah menyakiti kita. Memaafkan adalah hal yang sulit jika kita tidak mau membuka hati kita, tidak mau berlapang dada, dan tidak mau menerima alasan apapun untuk memperbaiki keadaan. Menjadi seorang yang berjiwa satria juga bukan hal mudah, karena kita benar-benar harus memaafkan dan melupakan segala kesalahan orang lain yang telah menyakiti kita. Dan butuh keberanian yang besar untuk mengakui semua kesalahan kita dan mengucapkan satu kat...

Aku, Kamu, dan Cinta Diam-Diamku

Aku dan kamu berhubungan dengan judul teman, lalu sahabat. Lalu apalagi? Aku sendiri bingung. Setiap kita bertemu, aku merasa kita ditakdirkan untuk bersama. Aku percaya pada pikiranku, tapi hatiku berkata lain. Aku selalu senang memandangi wajahmu disaat apapun dengan berbagai ekspresi yang kamu tunjukkan. Marah, sedih, bahagia, kecewa, bahkan ekspresi wajahmu saat kamu sedang kebingungan. Terlihat polos dan menggemaskan seperti anak kecil yang berusaha keras untuk mengerti semua kelakuan orang dewasa.  Diam-diam, aku mulai menyukaimu. Diam-diam, aku mulai rindu dengan senyummu dan obrolan ringan kita tentang semua hal yang meintas didepan mata kita. Diam-diam, aku mulai sering mencarimu hanya untuk membagi kebahagiaanku, walaupun hanya sedikit... Sedikit sekali, yang penting aku berbagi denganmu. Diam-diam, aku mulai terdengar seperti ibumu saat kamu sedang sakit. Karena yang aku mau adalah melihatmu seperti biasanya menjalani hidup kamu dengan semangat yang enta...

Orang Ketiga, Salahkah?

Posting blog saya kali ini terinspirasi dari beberapa cerita yang saya baca. Tentang orang ketiga dalam suatu hubungan. Hehe. Hmmm, berat? Sepertinya... Let's see! ;) Mungkin banyak yang menganggap adanya kehadiran orang ketiga adalah petaka dalam suatu hubungan dua orang yang saling mencintai dan sudah dalam tahap serius untuk menuju ke jenjang pernikahan. Pokoknya, apapun yang merusak hubungan itu semuanya adalah karena kesalahan orang ketiga. Terkadang, kita nggak mau berkaca kepada situasi. Karena pada dasarnya otak kita sudah menjudge berbagai hal negatif kepada orang ketiga. Apapun itu, tanpa melihat dari berbagai sisi dan nggak mau menerima alasan yang dilontarkan.  Memang, nggak bisa dipungkiri kalau ada orang-orang yang senang menjadi pihak ketiga tanpa tujuan yang jelas. Dengan alasan, cuma mau have fun, menikmati hidup, mencari tantangan, atau cuma mau main-main. Kalo alasan nya itu sih, kita sah-sah aja untuk menjudge kalo perilaku dan sikap mereka...

Jangan Salahkan Aku, Jadi Orang Ketiga Bukan Mauku

Jangan Salahkan Aku, Jadi Orang Ketiga Bukan Mauku Sudah cukup, diam! Tanpa kalian hina aku pun sudah tahu bahwa ini salah. Bahwa aku tidak berhak menjadi jurang antara dia dan kekasihnya. Tetapi kalian tahu apa? Kalian belum tahu rasanya berada dalam posisiku. Setiap hari aku bertanya dan logika ini tak pernah bisa menemukan jawabannya: mengapa aku bisa jadi orang ketiga. Jangan kau anggap keputusanku mudah, ini soal hati bukan logika Kalau ditanya dengan akal sehat tentu tak ada siapa pun yang ingin menjadi orang ketiga. Perebut kebahagiaan orang lain bukanlah predikat yang ingin kuemban. Tetapi jika kau menjalani cerita hidupku, tentu tak akan memutuskan semudah itu. Aku pun sudah mencoba untuk mengenyampingkan perasaan dan mengutamakan pikiran. Tetapi hati ini selalu kembali terpaku pada orang itu. Bukan pula aku yang sengaja mengusik mereka, dia lah yang membuka hati dan mulai mendekati Awalnya kami kenal biasa saja, dipertemukan oleh kekasihnya yang temank...